Fatma Gus Ipul Turun Tangan di Aksi Bersih Mangrove HPSN Bekasi, Serukan Kolaborasi untuk Lingkungan

Bekasi, 28 Februari 2025 – Fatma Saifullah Yusuf, istri mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan ikut serta dalam aksi bersih-bersih hutan mangrove dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 di Bekasi. Acara ini tidak hanya menjadi ajang gotong royong membersihkan ekosistem pesisir, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Aksi bersih-bersih ini digelar di kawasan pesisir Muara Gembong, Bekasi, yang merupakan salah satu daerah dengan ekosistem mangrove terbesar di Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, Fatma Gus Ipul bersama ratusan relawan dari berbagai komunitas lingkungan, mahasiswa, hingga nelayan setempat, bahu-membahu mengumpulkan sampah plastik yang mencemari kawasan tersebut.

Menjaga Mangrove, Menjaga Kehidupan

Dalam sambutannya, Fatma menekankan pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi, intrusi air laut, serta sebagai habitat bagi berbagai spesies laut.

“Mangrove ini bukan sekadar pohon di pinggir pantai, tapi punya peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kita harus merawatnya, bukan hanya untuk lingkungan, tapi juga untuk masa depan generasi kita,” ujar Fatma.

Ia juga menyoroti permasalahan sampah plastik yang semakin mengancam ekosistem pesisir. Menurutnya, perlu ada upaya kolektif dalam mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama yang berakhir di laut dan merusak lingkungan.

“Hari ini kita tidak hanya membersihkan sampah, tapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tugas kita semua. Pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat harus bersinergi,” tambahnya.

Tumpukan Sampah di Muara Gembong: Ancaman Serius

Berdasarkan laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, kawasan pesisir Muara Gembong mengalami peningkatan volume sampah yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sampah yang terbawa arus sungai hingga ke pesisir sebagian besar terdiri dari plastik sekali pakai, sisa perabotan rumah tangga, hingga limbah industri.

Menurut Ketua Komunitas Peduli Mangrove Bekasi, Ahmad Fauzi, tumpukan sampah yang menumpuk di area mangrove menyebabkan ekosistem terganggu. Akar-akar mangrove yang seharusnya menjadi tempat berkembang biak ikan dan udang malah tertutup sampah plastik, mengakibatkan berkurangnya populasi biota laut yang bergantung pada ekosistem ini.

“Dulu nelayan di sini bisa dengan mudah menangkap ikan dan udang. Sekarang hasil tangkapan mereka berkurang karena lingkungan sudah tercemar,” ujar Fauzi.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Multi-Pihak

Aksi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan berbagai organisasi lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bekasi, Rina Kusuma, menyatakan bahwa pihaknya akan memperkuat program rehabilitasi mangrove dengan menggandeng komunitas dan sektor swasta.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh kolaborasi dari semua pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan pesisir untuk lebih bertanggung jawab terhadap limbah mereka,” tegas Rina.

Selain kegiatan bersih-bersih, acara ini juga diisi dengan penanaman 1.000 bibit mangrove baru, edukasi tentang pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta diskusi mengenai strategi perlindungan ekosistem pesisir di era perubahan iklim.

Fatma Gus Ipul: “Aksi Nyata Harus Berkelanjutan”

Fatma berharap aksi ini tidak hanya menjadi simbol peringatan HPSN, tetapi juga menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita tidak bisa hanya bicara soal perubahan, tapi harus bergerak. Aksi nyata harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya seremonial,” pungkasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, serta mendukung program-program lingkungan yang dicanangkan pemerintah dan komunitas.

Masa Depan Mangrove Bekasi

Aksi bersih mangrove di Bekasi ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan nasional dalam peringatan HPSN 2025. Meski tantangan masih besar, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat membawa perubahan nyata dalam upaya menjaga lingkungan.

Ke depan, rehabilitasi ekosistem mangrove akan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan semakin banyak pihak yang peduli, harapan untuk melihat pesisir Bekasi kembali bersih dan hijau bukanlah hal yang mustahil.